Rangkuman Pengenalan Tentan MRP

  1. Sejarah MRP

Sebelum MRP ada dan sebelum komputer digunakan industri, metode reorder point/reorder quantity jenis (ROP / ROQ) seperti EOQ (Economic Order Quantity) telah digunakan dalam manufaktur dan manajemen persediaan. Pada tahun 1964, Joseph Orlicky sebagai respon terhadap program manufaktur Toyota, mengembangkan material perencanaan kebutuhan (MRP). Perusahaan pertama yang menggunakan MRP adalah Black & Decker pada tahun 1964, dengan Dick Alban sebagai pemimpin proyek. Oliver Wight  ikut berjasa mengembangkan MRP ke perencanaan sumber daya manufaktur (MRP II). Pada tahun 1975 MRP dilaksanakan di 150 perusahaan. Jumlah ini telah tumbuh secara pesat menjadi sekitar 8.000 pada tahun 1981.

2. Isi / Elemen MRP

Tujuan MRP adalah menentukan kebutuhan dan jadwal untuk pembuatan komponen-komponen sub asembling atau pembelian material untuk memenuhi kebutuhan yang telah ditetapkan sebelumnya oleh MPS. Jadi MRP menggunakan MPS untuk memproyeksi kebutuhan akan jenis-jenis komponen (component parts). Elemen-elemen MRP meliputi:
  1. Penjadwalan Induk (Master scheduling) Bertujuan untuk menentukan output fungsi operasi.
  2.  Bagan Bahan (Bill of Material) Bahan-bahan apa saja dan berapa komposisi untuk suatu produk.
  3. Catatan Persediaan (Inventory Record) Catatan dari akumulasi transaksi sediaan yang terjadi di perusahaan atau pabrik.
  4. Perencanaan Kapasitas (Capacity Planning) Suatu cara membuat perencanaan kapasitas, yaitu :
    1. Rough Cut Capacity Planning, perencanaan kapasitas pemotongan kasar yang lebih sedikit melakukan kalkulasi.
    2. Shop Loading, perencanaan yang lebih akurat dari pada Rough Cut Capacity Planning.
  5. Pembelian (Purchasing) Diperluas fungsinya tidak hanya sekedar membeli, tetapi termasuk juga membangun kepercayaan pemasok.
  6.  Pengendalian Pengelola Bengkel (Shop-floor Control) Bertugas untuk mengendalikan aliran bahan dengan memperhatikan lead time yang ada. Jangan sampai terjadi penumpukan akibat tidak lancarnya aliran bahan.

3. Fungsi MRP

Fungsi sistem MRP meliputi pengendalian persediaan, tagihan pengolahan material dan penjadwalan dasar. MRP membantu organisasi untuk mempertahankan tingkat persediaan rendah (optimal). Hal ini digunakan untuk merencanakan manufaktur, pembelian dan memberikan kegiatan.
Suatu perusahaan yang memproduksi barang, apapun produk mereka, akan menghadapi masalah praktis yang sama sehari-hari bahwa pelanggan menginginkan produk akan tersedia dalam waktu yang lebih singkat dari yang dibutuhkan untuk membuat mereka ini berarti bahwa beberapa tingkat perencanaan diperlukan.

Perusahaan perlu untuk mengontrol jenis dan jumlah bahan yang mereka beli, merencanakan produk mana yang akan diproduksi dan jumlah barang yang harus diproduksi serta memastikan bahwa mereka mampu memenuhi permintaan pelanggan saat ini dan masa depan, semua dengan biaya serendah mungkin. Membuat keputusan yang buruk dalam bidang ini akan membuat perusahaan kehilangan uang seperti pada beberapa contoh masalah sebagai berikut:

A Jika sebuah perusahaan membeli barang dalam jumlah cukup dari item yang digunakan dalam suatu proses produksi (manufaktur) tetapi terdapat beberapa barang yang rusak, perusahaan mungkin tidak dapat memenuhi kewajiban kontrak untuk memasok produk tepat waktu.

B Jika sebuah perusahaan membeli barang dalam jumlah banyak, sehingga melebihi item barang yang dibutuhkan dalam suatu proses produksi (manufaktur), uang tunai yang dipakai untuk membeli barang tersebut mungkin dapat dipakai untuk keperluan lain dan barang yang dipakai sebagai stok bahkan mungkin tidak pernah digunakan sama sekali.

C Penentuan waktu awal produksi pesanan yang salah dapat menyebabkan batas waktu maksimal yang diharapkan pelanggan terlewatkan yang mengakibatkan kekecewaan pada pelanggan.

Dengan adanya MRP diharapkan permasalahan-permasalahan klasik seperti pada contoh tersebut dapat diatasi. Selain berbagai permasalahan tersebut MRP juga menyediakan jawaban untuk beberapa pertanyaan mendasar yaitu:
-Apa saja barang yang dibutuhkan?
-Berapa banyak barang yang dibutuhkan?
-Kapan barang tersebut dibutuhkan?
MRP dapat diterapkan baik untuk item yang dibeli dari pemasok luar dan sub rakitan, diproduksi secara internal, yang merupakan komponen dari barang-barang yang lebih kompleks.

4. Evolusi MRP-ERP

Evolusi

Langkah Satu – Material Requirements Planning (MRP)

ERP mulai hidup pada tahun 1960an sebagai MRP, pengembangan dari proses bill of material. Teknik ini dibuat karena dibutuhkan metode yang lebih baik dalam pemesanan material dan komponen. Logika dari MRP mengandung beberapa pertanyaan berikut:

• What are we going to make?

• What does it take to make it?

• What do we have?

• What do we have to get?

Ini disebut dengan persamaan manufaktur universal. Logikanya bisa diterapkan baik produknya berbentuk pesawat terbang, mesin berat, kaleng susu, bahan kimia, … atau makan malam.

MRP mensimulasikan persamaan tersebut. MRP menggunakan Master Schedule (What are we going to make?), Bill of Material (What does it take to make it?), dan Inventory Records (What do we have?) untuk menentukan kebutuhan masa depan (What do we have to get?).

Langkah Dua – Closed-Loop MRP

MRP dengan cepat berkembang, menjadi sesuatu yang lebih dari sekedar cara memesan yang baik. Para pengguna dengan cepat menyadari bahwa teknik ini juga dapat membantu untuk menjaga jatuh tempo pemesanan tetap valid setelah pesanan dikeluarkan kepada produksi atau kepada supplier. MRP mampu mendeteksi kapan jatuh tempo sebuah pesanan (saat dijadwalkan datang) ternyata keluar dari waktu dibutuhkannya (saat dibutuhkan).

Hal ini merupakan terobosan penting. Untuk pertama kalinya dalam dunia manufaktur, ada sebuah mekanisme formal untuk menjaga prioritas tetap valid dalam lingkungan yang terus berubah. Fungsi untuk menjaga jatuh tempo pesanan tetap valid dan sinkron dengan perubahan ini, disebut dengan priority planning. Lalu apakah terobosan tentang prioritas ini bisa menjawab segala masalah? Tentu saja tidak. Prioritas hanya setengah jalan. Faktor lainnya adalah Kapasitas.

Priority vs Capacity
PRIORITY CAPACITY
Which one ? Enough ?
Sequence Volume
Scheduling Loading

Teknik untuk membantu perencanaan kebutuhan kapasitas, berkaitan dengan MRP. Lebih jauh lagi, alat-alat dikembangkan untuk mendukung perencanaan agregat, pengembangan penjadwalan, forecasting, perencanaan sales, demand management, dan analisis sumber daya (Rough-Cut Capacity Planning). Pengembangan-pengembangan ini menghasilkan langkah kedua yaitu closed-loop MRP.

Closed-Loop-MRP

Closed-loop MRP memiliki beberapa karakteristik penting:

  • Ia merupakan rangkaian fungsi-fungsi, bukan hanya material requirement planning.
  • Ia berisi alat-alat untuk memenuhi prioritas dan kapasitas, dan mendukung perencanaan sekaligus pelaksanaannya.
  • Ia memiliki ketentuan untuk umpan balik dari fungsi eksekusi kembali ke fungsi perencanaan. Rencana kemudian dapat diubah bila perlu, dengan demikian menjaga kevalidan prioritas bila terjadi perubahan kondisi.

Langkah Tiga – Manufacturing Resource Planning (MRP II)

Langkah berikutnya dari evolusi ini disebut dengan MRP II, merupakan pengembangan langsung dari Closed-Loop MRP. Mengandung tiga elemen tambahan:

1. Sales & Operations Planning.

Proses tangguh untuk menyeimbangkan permintaan dan penawaran pada tingkat volume, sehingga memberikan manajemen puncak kontrol yang jauh lebih besar terhadap aspek operasional bisnis.

2. Financial Interface.

Kemampuan untuk menerjemahkan rencana operasi (dalam pcs, pound, galon, atau unit lain) ke dalam istilah keuangan (dolar/rupiah).

3. Simulasi.

Kemampuan untuk bertanya “what-if” dan ditindaklanjuti untuk mendapatkan jawaban – baik dalam unit atau dolar. Awalnya ini dilakukan hanya pada basis agregat, tetapi sistem perencanaan lanjutan (APS) saat ini memungkinkan simulasi efektif pada tingkat yang sangat rinci.

 Terminologi MRP II menurut APICS:

 A method for the effective planning of all resources of a manufacturing company. Ideally, it addresses operational planning in units, financial planning in dollars, and has a simulation capability to answer “what-if ” questions. It is made up of a variety of functions, each linked together: business planning, sales and operations planning, production planning, master scheduling, material requirements planning, capacity requirements planning, and the execution support systems for capacity and material. Output from these systems is integrated with financial reports such as the business plan, purchase commitment report, shipping budget, and inventory projections in dollars. Manufacturing resource planning is a direct outgrowth and extension of closed-loop MRP

 

Langkah Empat – Enterprise Resource Planning (ERP)

Langkah terakhir dari evolusi ini adalah ERP. Dasar dari ERP adalah sama dengan MRP II. Namun, ERP merupakan kesatuan dari berbagai proses bisnis dalam ruang lingkup yang lebih besar, dan lebih efektif dalam menangani beberapa unit bisnis. Integrasi financial juga lebih kuat. Alat-alat supply chain, mendukung bisnis melewati batasan perusahaan, juga lebih tangguh. Bagan ERP dapat dilihat pada gambar dibawah ini.

Definisi lengkap dari ERP adalah:

ENTERPRISE RESOURCE PLANNING (ERP) predicts and balances demand and supply. It is an enterprise-wide set of forecasting, planning, and scheduling tools, which:

• links customers and suppliers into a complete supply chain,

• employs proven processes for decision-making, and

• coordinates sales, marketing, operations, logistics, purchasing, finance, product development, and human resources.

Its goals include high levels of customer service, productivity, cost reduction, and inventory turnover, and it provides the foundation for effective supply chain management and e-commerce. It does this by developing plans and schedules so that the right resources — manpower, materials, machinery, and money — are available in the right amount when needed.

Tujuan utama mengimplementasikan ERP adalah untuk menjalankan bisnis, dalam lingkungan yang berubah sangat cepat dan sangat kompetitif, secara lebih baik.

Sumber : 1. http://desifujianti.blogspot.co.id/2013/12/material-requirements-planning-mrp.html

                2. https://widyatnurcahyo.wordpress.com/2011/05/14/evolusi-erp/

Metode-metode Forecasting

Metode peramalan (forecasting) terdiri dari metode kualitatif dan kuantitatif. Metode kualitatif adalah metode yang menganalisis kondisi obyektif dengan apa adanya atau peramalan yang didasarkan atas data kualitatif pada masa lalu. Hasil peramalan yang dibuat sangat bergantung pada orang yang menyusunnya. Peramalan kualitatif memanfaatkan factor-faktor penting seperti intuisi, pendapat, pengalaman pribadi, dan system nilai pengambilan keputusan. Metode ini meliputi metode delphi, metode nominal grup, survey pasar dan analisis historikal analogy and life cycle.

Metode kuantitatif adalah peramalan yang didasarkan atas data kuantitatif atau model matematis yang beragam dengan data masa lalu. Hasil peramalan yang dibuat sangat bergantung pada metode yang dipergunakan dalam peramalan tersebut.

Baik tidaknya metode yang digunakan tergantung dengan perbedaan atau penyimpangan antara hasil ramalan dengan kenyataan yang terjadi. Semakin kecil penyimpangan antara hasil ramalan dengan kenyataan yang akan terjadi maka semakin baik pula metode yang digunakan. Metode kuantitatif dapat diterapkan apabila :
a. Tersedia data dan informasi masa lalu
b. Data dan Informasi tersebut dapat dikuantitatifkan dalam bentuk numerik
c. Diasumsikan beberapa aspek masa lalu akan terus berlanjut di masa datang.
Metode ini meliputi metode kausal dan time series.

A. Metode Time Series
Metode time series (deret waktu) didasarkan atas penggunaan analisa pola hubungan antar variabel yang diperkirakan dengan variabel waktu. Metode time series terdiri dari metode naif, metode rata-rata bergerak (moving average), metode eksponential smoothing dan metode trend projection.
Metode Naif
Cara sederhana untuk peramalan ini mengasumsikan bahwa permintaan dalam periode berikutnya adalah sama dengan peramalan dalam periode sebelumnya. Pendekatan naif ini merupakan model peramalan objektif yang paling efektif dan efisien dari segi biaya. Paling tidak pen-dekatan naif memberikan titik awal untuk perbandingan dengan model lain yang lebih canggih.
Contoh : jika penjualan sebuah produk (mis: telepon genggam Motorolla) adalah 68 unit pada bulan Januari, kita dapat meramalkan penjualan pada bulan Februari akan sama, yaitu sebanyak 68 unit juga.

Metode Rata-rata Bergerak (Moving Average)
Rata-rata bergerak adalah suatu metode peramalan yang menggunakan rata-rata periode terakhir data untuk meramalkan periode berikutnya.

forecasting

Pembobotan rata-rata bergerak :
average-moving

variable n adalah jumlah periode dalam rata-rata
Metode ini dapat menghaluskan fluktuasi tiba-tiba dalam pola permintaan untuk menghasilkan estimasi yang stabil. Metode ini mempunyai masalah :
Meningkatkan ukuran n memang menghaluskan fluktuasi dengan lebih baik tetapi metode ini kurang sensitive untuk perubahan nyata dalam data.
Rata-rata bergerak tidak dapat memanfaatkan trend dengan baik.
Karena merupakan rata-rata, rata-rata bergerak akan selalu berada dalam tingkat masa lalu dan tidak akan memprediksi perubahan ke tingkat yang lebih tinggi maupun yang lebih rendah.

Contoh : Berikut ini adalah contoh penjualan pada supermarket Minikuper selama satu tahun lalu. Kita ingin mengetahui nilai penjualan bulan depan tahun yang akan datang.

Periode

Bobot yang diberikan

Bulan lalu

3

2 bulan lalu

2

3 bulan lalu

1

JUMLAH

6

Bulan

Aktual penjualan tahun lalu

Moving Averagedalam 3 bulan

Hasil Moving Averagedalam 3 bulan

Rata-rata bergerak dengan pembobotan 3 bulan

Hasil rata-rata bergerak dengan pembobotan 3 bulan

Januari

15

Februari

12

Maret

14

April

13

(15 + 12 + 14)/3

13,67

(1×15 + 2×12 + 3×14)/6

13,5

Mei

14

(12 + 14 + 13)/3

13,00

(1×12 + 2×14 + 3×13)/6

13,17

Juni

16

(14 + 13 + 14)/3

13,67

(1×14 + 2×13 + 3×14)/6

13,67

Juli

21

(13 + 14 + 16)/3

14,33

(1×13 + 2×14 + 3×16)/6

14,83

Agustus

22

(14 + 16 + 21)/3

17,00

(1×14 + 2×16 + 3×21)/6

18,17

September

24

(16 + 21 + 22)/3

19,67

(1×16 + 2×21 + 3×22)/6

20,67

Oktober

25

(21 + 22 + 24)/3

22,33

(1×21 + 2×22 + 3×24)/6

22,83

November

18

(22 + 24 + 25)/3

23,67

(1×22 + 2×24 + 3×25)/6

24,17

Desember

19

(24 + 25 + 18)/3

22,33

(1×24 + 2×25 + 3×18)/6

21,33

 

ss

Metode Eksponential Smoothing
Metode eksponential smoothing merupakan pengembangan dari metode moving averages. Dalam metode ini peramalan dilakukan dengan mengulang perhitungan secara terus menerus dengan menggunakan data terbaru. Setiap data diberi bobot, data yang lebih baru diberi bobot yang lebih besar. Rumus metode eksponential smoothing :

exponential

 

Ft = Peramalan baru
Ft-1 = Peramalan sebelumnya
α = Konstanta penghalusan (0≤α≥1)
At-1 = Permintaan aktual periode lalu

Menghitung kesalahan peramalan
Ada beberapa perhitungan yang biasa digunakan untuk menghitung kesalahan dalam peramalan. Tiga dari perhitungan yang paling terkenal adalah
  • Deviasi mutlak rata-rata (mean absolute deviation = MAD)
MAD adalah nilai yang dihitung dengan mengambil jumlah nilai absolut dari setiap kesalahan peramalan dibagi dengan jumlah periode data (n).

mad

 

-Kesalahan kuadrat rata-rata (mean absolute deviation =MSE)

mse

 

-Kesalahan persen mutlak rata-rata (mean absolute percent = MAPE)

mape

Contoh : PT. TPN ingin memprediksi total penjualan bulan Januari tahun depan. Data penjualan bulan Januari hingga Desember adalah sebagai berikut:

Bulan

Aktual penjualan

Peramalan yg dibulatkan dgn α =0,1

Perhitungan MAD

Perhitungan MSE

Perhitungan MAPE

Deviasi absolut

(Kesalahan)2

Kesalahan / Aktual (%)

Januari

178

170

178 – 170= 8

64

(8 / 178) x 100 = 4,47

Februari

172

170 + 0,1 x (178 – 170)= 171

172 – 171 = 1

1

(1 / 172) x 100 = 0,70

Maret

168

 171 + 0,1 x (172 – 171)= 171

3

9

1,74

April

174

171

3

9

1,94

Mei

192

171

21

441

10,96

Juni

201

173

28

784

13,90

Juli

190

176

14

196

7,44

Agustus

192

177

15

225

7,67

September

194

179

15

225

7,86

Oktober

190

180

10

100

5,12

November

200

181

19

361

9,38

Desember

210

183

27

729

12,80

Jumlah

164

3143,97

83,96

Nilai 

13,66

262

7,00

untitled7

-Metode Trend Projection
Adalah suatu metode peramalan serangkaian waktu yang sesuai dengan garis tren terhadap serangkaian titik-titik data masa lalu, kemudian diproyeksikan ke dalam peramalan masa depan untuk peramalan jangka menengah dan jangka panjang. Persamaan garis :

Screenshot_1

y = variabel yg akan diprediksi
a = konstanta
b = kemiringan garis regresi
x = variabel bebas (waktu)

Dengan metode kuadrat terkecil (MKT) didapat :

didapat

 

Contoh : Tabel berikut adalah memperlihatkan jumlah kecelakaan yang terjadi di Florida State Highway 101 selama 4 tahun. Ramalkan jumlah kecelakaan yang terjadi pada bulan Mei.

Bulan

Periode waktu (x)

Jumlah kecelakaan (y)

x2

xy

januari

1

30

1

30

februari

2

40

4

80

maret

3

60

9

180

april

4

90

16

360

∑ x =10

∑ y = 220

∑x2 = 30

∑xy = 650

contoh1

gambar2

Metode Kausal
Metode peramalan kausal mengembangkan suatu model sebab-akibat antara permintaan yang diramalkan dengan variable-variabel lain yang dianggap berpengaruh. Sebagai contoh, permintaan akan baju baru mungkin berhubungan dengan banyaknya populasi, pendapat masyarakat, jenis kelamin, budaya daerah, dan bulan-bulan khusus (hari raya, natal, tahun baru). Data dari variable-variabel tersebut dikumpulkan dan dianalisa untuk menentukan kevaliditasan dari model peramalan yang diusulkan. Metode ini dipakai untuk kondisi dimana variable penyebab terjadinya item yang akan diramalkan sudah diketahui. Dengan adanya hubungan tersebut, output dapat diketahui jika input diketahui.
Metode Regresi dan Korelasi
Metoda regresi dan korelasi pada penetapan suatu persamaan estimasi menggunakan teknik “least squares”. Hubungan yang ada pertama-tama dianalisis secara statistik. Ketepatan peramalan dengan menggunakan metoda ini sangat baik untuk peramalan jangka pendek, sedangkan untuk peramalan jangka panjang ternyata ketepatannya kurang begitu baik. Metoda ini banyak digunakan untuk peramalan penjualan, perencanaan keuntungan, peramalan permintaan dan permalan keadaan ekonomi. Data yang dibutuhkan untuk penggunaan metoda ini adalah data kuartalan dari beberapa tahun lalu.
Contoh : Data berikut berhubungan dengan nilai penjualan pada bar pada beberapa pecan di penginapan Marthy and Polly Starr di Marathon, Florida. Jika peramalan menunjukkan bahwa akan dating 20 tamu pecan depan, berapakah penjualan yang diharapkan

Pekan

Tamu (x)

Penjualan Pada Bar (x)

x2

xy

1

16

330

256

5280

2

12

270

144

3240

3

18

380

324

6840

4

14

300

196

4200

∑x = 60

∑y = 1280

∑x2= 920

∑xy = 19560

rumus

grafik rumus

MetodeEkonometrik

Metoda ini didasarkan atas peramalan sistem persamaan regresi yang diestimasikan secara simultan. Baik untuk peramalan jangka pendek maupun peramalan jangka panjang, ketepatan peramalan dengan metoda ini sangat baik. Metoda peramalan ini selalu dipergunakan untuk peramalan penjualan menurut kelas produk, atau peramalan keadaan ekonomi masyarakat, seperti permintaan, harga dan penawaran. Data yang dibutuhkan untuk penggunaan metoda peramalan ini adalah data kuartalan beberapa tahun.

Empat tahapan yang termasuk di dalam memformulasi forecast model ekonometrika ini antara lain membangun suatu model teori, mengumpulkan data, memilih bentuk persamaan fungsi yang diestimasi, dan mengestimasi dan menginterpretasi hasil.

Contoh : sebagai contoh disini misalnya kita menginginkan untuk memprakirakan permintaan, maka hubungan antar harga dan kuantitas dapat menjadi dasar teori yang logis bagi suatu model. Faktor harga yang mempengaruhi volume permintaan tersebut sebenarnya tidaklah merupakan satu-satunya faktor yang mempengaruhi permintaan, tetapi banyak faktor lain yang juga ikut mempengaruhi permintaan. Maka secara spesifik hubungan kausalistik permintaan itu dipengaruhi oleh selain harga, tetapi juga dipengaruhi misalnya oleh income per kapita (I), harga barang lain (Po), dan Advertensi (A), dan lain-lain. Karena itu model fungsi yang dikembangkan dalam persamaan ekonometri sebagaimana ditunjukkan pada pembahasan estimasi permintaan yang dipengaruhi oleh sejumlah faktor atau variabel antara lain seperti yang dinyatakan sebagai:

               Qd =  f(P, I, Po, dan A)

Yang secara ekonomi terbukti secara empirik bahwa fungsi permintaan dipengaruhi P, I, Po, dan A itu dirumuskan sebagai fungsi:

               Qd = a – bP + cI + dPo + eA

Dimana Qd merupakan volume permintaan, a merupakan koefisiensi konstanta, b,c,d,dan e merupakan koefisiensi faktor Harga, Income, Harga Barang Lain, dan Advertensi.

Metode Input Output

Metoda ini dipergunakan untuk menyusun proyeksi trend ekonomi jangka panjang. Model ini kurang baik ketepatannya untuk peramalana jangka panjang. Model ini banyak dipergunakan untuk peramalan penjualan perusahaan, penjualan sektor industri dan sub sektor industri, produksi dari sektor dan sub sektor industri. Data yang dibutuhkan untuk penggunaan metoda atau model ini adalah data tahunan selama sekitar sepuluh sampai lima belas tahun.

Metoda ini didasarkan atas peramalan sistem persamaan regresi yang diestimasikan secara simultan. Baik untuk peramalan jangka pendek maupun peramalan jangka panjang, ketepatan peramalan dengan metoda ini sangat baik. Metoda peramalan ini selalu dipergunakan untuk peramalan penjualan menurut kelas produk, atau peramalan keadaan ekonomi masyarakat, seperti permintaan, harga dan penawaran. Data yang dibutuhkan untuk penggunaan metoda peramalan ini adalah data kuartalan beberapa tahun.Empat tahapan yang termasuk di dalam memformulasi forecast model ekonometrika ini antara lain membangun suatu model teori, mengumpulkan data, memilih bentuk persamaan fungsi yang diestimasi, dan mengestimasi dan menginterpretasi hasil.Contoh : sebagai contoh disini misalnya kita menginginkan untuk memprakirakan permintaan, maka hubungan antar harga dan kuantitas dapat menjadi dasar teori yang logis bagi suatu model. Faktor harga yang mempengaruhi volume permintaan tersebut sebenarnya tidaklah merupakan satu-satunya faktor yang mempengaruhi permintaan, tetapi banyak faktor lain yang juga ikut mempengaruhi permintaan. Maka secara spesifik hubungan kausalistik permintaan itu dipengaruhi oleh selain harga, tetapi juga dipengaruhi misalnya oleh income per kapita (I), harga barang lain (Po), dan Advertensi (A), dan lain-lain. Karena itu model fungsi yang dikembangkan dalam persamaan ekonometri sebagaimana ditunjukkan pada pembahasan estimasi permintaan yang dipengaruhi oleh sejumlah faktor atau variabel antara lain seperti yang dinyatakan sebagai:               Qd =  f(P, I, Po, dan A)Yang secara ekonomi terbukti secara empirik bahwa fungsi permintaan dipengaruhi P, I, Po, dan A itu dirumuskan sebagai fungsi:               Qd = a – bP + cI + dPo + eADimana Qd merupakan volume permintaan, a merupakan koefisiensi konstanta, b,c,d,dan e merupakan koefisiensi faktor Harga, Income, Harga Barang Lain, dan Advertensi.Metode Input OutputMetoda ini dipergunakan untuk menyusun proyeksi trend ekonomi jangka panjang. Model ini kurang baik ketepatannya untuk peramalana jangka panjang. Model ini banyak dipergunakan untuk peramalan penjualan perusahaan, penjualan sektor industri dan sub sektor industri, produksi dari sektor dan sub sektor industri. Data yang dibutuhkan untuk penggunaan metoda atau model ini adalah data tahunan selama sekitar sepuluh sampai lima belas tahun.

Sumber  : http://septianariap.blogspot.co.id/2012/11/metode-forecasting.html

Kenalan dan Curhat IT-1

Assalamu’alaikum Warahmatullah,

Hari selasa kurang lebih jam 10 malem, lagi santai-santai aja dikamar sambil ngopi brownies + sambil nonton Film, suasana santai tadi tiba-tiba ilang begitu inget ada tugas IT-1 buat hari rabu untuk nge-blog, dan langsung saya nyalain lepie colok modem dan ga lupa abisin dulu browniesnya haha.

Tapi waktu buka lepie dan mau nge-blog, saya juga sebenernya lupa blog widyatama itu buatnya dimana sih haha, maklum udah lama banget ga nge-blog dari akun UTAMA terakir tuh dulu buat waktu semester-3 (kalo ga salah, tapi kayanya salah deh ZZZzzzzz) Skip-skip, dan untung banget akhirnya inget juga, OKE awal-awalnya sih bukan login dulu tapi click dulu link Forgot Password dari situ langsung deh ganti password terus balik lagi login. Entah kenapa ketika masuk ke halaman Dashboard kok kayanya asing banget ya sama UI-nya terus pas liat ke panel update yang dibawah ternyata masih versi 3. hmmmm makin menjadi deh lupa-lupa-ingatnya, yah daripada ngulik-ngulik makin lama akhirnya saya memutuskan buat update WP atau hanya sekedar ganti theme namun sangat disayangkan sekali saya tidak bisa ganti theme atau update WP, pertanyaannya apakah memang tidak bisa atau saya yg kurang teliti ya?, nah kalau jawabannya memang tidak bisa sungguh sangat disayangkan karena saya ga bisa “Play-on” dengan BLOG ini dan di saat yang bersamaan rangking widyatama.ac.id ingin teratas di webometrics , tapi kalau ternyata saya kurang teliti mohon untuk koreksinya. Ya mungkin itu sedikit kesan ketika saya ingin nge-blog namun fokus saya teralihkan dengan workspace yang ada hahaha

Ok, Sekarang kita bahas inti dari motivasi saya buat blog ini, waktu dikelas saya ditanya 3 pertanyaan, masing-masing dari pertanyaan itu adalah :
1. Kenapa Masuk Widyatama?
2. Kenapa Ambil Jurusan Informatika?
3. Apa Kesan Kuliah di Widyatama?

dari tiga poin diatas sebenernya saya lebih suka mengurutkan dari angka 2,1, dan 3, kenapa demikian?, ya Feeling aja sih kayanya kalo kuliah di kampus manapun bisa beradapasi karena kan yang penting jurusannya . Sekarang Mulai dari sejarah dulu deh hahah (makin berasa berumur), ia lah dari sejarah karena di dalam sejarah terdapat penentu masa depan- in my opinion absolutely CMIW. ok lets begin, dulu waktu dari jaman SD Hobi saya tuh cuma 2, antara main Bola sama Main PS, Tiap pulang sekolah siangnya main PS terus kalo sore main bola terus malemnya baru ngerjain tugas atau belajar dengan sisa-sisa tenaga, mungkin ini juga yang buat saya ga pernah dapet rangking kelas dari jaman SD sampai sekarang, walapun kalau sekarang rutinitasnya ga kaya dulu tapi pada intinya saya kurang suka kalau dikasih tugas dari sekolah, karena saya ini tipikal orang yang senang belajar tapi malas sekolah. Nah dari 2 kegiatan tersebut (main bola dan main PS) orang tua saya beranggapan kalau mau menjuruskan saya musti kearah bidang teknologi atau teknik dan tidak menjuruskan ke bidang olah raga khususnya main bola, kenapa demikian?, karena orang tua saya tidak mau melihat anaknya mengalami cedera, saya menilai sifat yang seperti ini wajar karena siat natural orang tua adalah menyayangi dan melindungi anaknya.

Singkat cerita ketika saya lulus SMP langsung-lah orang-tua saya membujuk saya agar masuk ke SMK mengambil jurusan Informatika dengan bonus akan diberi laptop hahaha, ya dengan demkikian saya pikir dahulu akan mudah menginstall game, namun anggapan tersebut justru hilang ketika saya kelas 1 SMK sudah diberi pelajaran algoritma dan pemrograman yang rumitnya bagi saya seorang yang tidak pernah ngulik pusing tujuh keliling ditambah lagi dengan guru saya waktu itu Al-marhum Bapak Purwanto yang dikenal tegas terhadap murid-muridnya, namun dengan demikian saya juga sangat berterima kasih kepada beliau karena ilmunya sangat bermanfaat sampai sekarang (Semoga Allah Subhanallahu wa Ta’alla merahmati beliau).

Setelah akhir masa sekolah saya sempat menganggur dan tidak jelas mau kemana tujuan saya melangkah karena saya merasa diri kurang kemampuan karena berkali-kali saya coba melamar pekerjaan namun tidak ada panggilan balik lalu saya juga coba ikut ujian saringan masuk PTN namun tidak diterima juga, namun dengan kondisi ini justru menjadi titik balik saya menemukan apa yang saya minati dan membuat saya tertarik. Awalnya saya mendapat nasihat dari ayah teman saya yaitu bapak H.Suryanto yang bilang pada saya kalau hidup itu mudah kalau bersama ALLAH. Rajin Solat Plus tahajud, dari nasihat yang sederhana namun penuh makna akhirnya saya lakukan apa yang beliau nasihatkan. ditambah saya mencoba silaturahmi dengan kawan bapa saya, dan tidak disangka-sangka beliau mengajak saya untuk bergabung dengan perusahaannya dan mengejutkannya lagi saya tidak dituntut untuk bekerja namun saya dibina dan belajar dengan tetap diberikan gaji pokok dari studi kasus yang ada di perusahaan. dari sanalah saya mendapatkan ilmu Informatika yang tidak saya dapatkan di bangku sekolah dan hanya dalam kurun waktu 2 bulan saya dapat menguasai pemrograman ASP padahal sebelumnya saya sama sekali tidak mengenali pemrograman tersebut. Dari pengalaman tadi saya makin yakin bahwa saya InsyaAllah mampu berkarir dibidang IT maka dari itu saya memilih jurusan Informatika.

Pada cerita yang diatas tadi sudah ketahuan nih minat dan bakat saya, tahap berikutnya adalah mencari kampus. Saya mengenal kampus widyatama ketika dahulu waktu jaman SMK teman-teman saya sekelas selalu mengikuti lomba yang diadakan oleh Widyatama, sehinga saya pun “terhipnotis” kalau Informatika adalah Widyatama, yah mungkin ini karena saya sering mendengar kaitan antara Informatika dan Widyatama. di sisi yang lain pula ini mengindikasikan bahwa Acara WIFI yang diadakan oleh HIMATIF membawa dampak positif, VIVA HIMATIF!.

Setelah mengarungi 8 Semester di Widyatama dan kini memasuki semester 9 (ini sebenernya harus diakui namun malas disebutkan hehe), dan telah menempuh studi dari jumlah SKS yang mahaaaaaaal, saya berkesimpulan bahwa kuliah disini lebih mengedepankan faktor analisa dibanding praktek, mungkin karena saya mengambil program S1, dan karena jika pendalaman praktek mungkin akan lebih dapat banyak di program D3 atau SMK. namun sangat disayangkan apabila terlalu fokus kepada Analisa tanpa membekali mahasiswanya dengan kemampuan praktek, karena kemampuan analisa tanpa kemampuan praktek menurut saya masih kurang cukup untuk analis, contohnya adalah saya merasa tidak mendapatkan sebuah informasi dasar tentang environment suatu pengembangan perangkat lunak, misalkan bagaimana kita membuat aplikasi di MS.Windows berbasis desktop, web, atau mobile, begitupun dengan JAVA, PHP Framework dsb, dari sks yang sudah saya ambil, padahal informasi environment dari suatu pengembagan perangkat lunak adalah informasi yang sangat mendasar bagi seorang analis.

Ya mungkin cukup sekian cerita sejarah dan ngoceh lama di blog, kalau ada kesalahan kata-kata dan penulisan mohon dimaklumi karena makin banyak tulisan sebernya saya sudah makin ngantuk hehe. Wassalamu’alaikum Warahmatullah.